Selasa, 03 Mei 2011

Fotografi makanan

Fotografi makanan adalah spesialisasi hidup fotografi komersial, yang dimaksudkan untuk menghasilkan potret menarik makanan untuk penggunaan di iklan, kemasan, menu atau buku resep yang tak bergerak. Fotografi makanan profesional collaborative usaha, biasanya melibatkan seorang direktur seni, seorang juru potret, seorang penata gaya makanan, seorang penata gaya penyangga dan asisten mereka

Selasa, 12 April 2011

UDANG GAPIT ( MADURA )

Bahan-bahan/bumbu-bumbu :
300 gram udang pancet, dibuang kepalanya
1 sendok teh garam
1/2 sendok teh air jeruk nipis
75 ml santan dari 1/2 butir kelapa
Bumbu halus:
8 butir bawang merah
2 siung bawang putih
5 buah cabai merah keriting
1 buah cabai merah besar
2 butir kemiri, disangrai
1 cm kencur
1/4 sendok teh terasi, dibakar
3/4 sendok teh garam
1 sendok teh gula merah
1 sendok makan minyak goreng

Cara Pengolahan :
1. Lumuri udang pancet dengan garam dan air jeruk nipis. Sisihkan.
2. Aduk rata bumbu halus dan santan. Sisihkan.
3. Jepit udang jerbung dengan dua buah bambu yang sudah dibelah. Kunci ujungnya dengan batang pepaya.
4. Lumuri udang dengan campuran bumbu halus. Bakar sambil dibolak balik dan dioles bumbu halus sampai matang dan harum. Sajikan.


Untuk 16 tusuk

cv

DATA PRIBADI
Nama Lengkap Fahrial Zulfikar

Tempat/Tanggal lahir Depok /10 juli 1988
Jenis Kelamin Laki - laki
Agama Islam
Kebangsaan Indonesia
Status Belum Menikah
Alamat Rumah Kp. Kukusan RT 02/06 Kel. Kukusan Kec. Beji Kota Depok (16425)
Telp (021) 7871009
HP 085692244597
Alamat Email
Member

http://Fahrialz@gmail.com/
http://fahrialz.multiply.com/
http://fahrialz.wordpress.com/
http://www.fotografer.net/isi/personal/index.php?id=194...

Hobi Nonton film dan sepak bola, Mendengarkan musik, Membuat kreasi masakan baru , sepedaan dan naik gunung.




RIWAYAT PENDIDIKAN
TINGKATAN SEKOLAH TAHUN
SD SD Muhammadiyah 1 Kukusan 1994 – 2000
SLTP MTs. Muhammadiyah Kukusan 2000 – 2003
SMK / SMIP SMK N 57 Jakarta 2003 – 2006
Sekolah Tinggi Sekolah Tinggi multimedia Indonesia Malang
Jakarta Information and comunication college ( JICC )
Martikulasi di UNPAD Language and arts broadcast
(UPT kebahasaan dan kesenian universitas padjadjaran)

UNJ ( Pendidikan Tata Boga ) 2008 - 2010 tidak melajutkan sampai selesai

2010 - sekarang




KEMAMPUAN

1. Windows
2. Microsoft dan Internet
3. Memasak Sesuai metode of cookry
4. Fotografi
5. Camera video dan editing standart






CERTIFICATE

FROM
SPECIFICATION YEAR
1. SMK 57 Jakarta Orgenaise and prepare food 2004
2. SMK 57 Jakarta Used basic metode cookrey 2005
3. SMK 57 Jakarta Prepare and product soup and stocks 2005
4. SMK 57 Jakarta Prepare and product salad 2005
5. SMK 57 Jakarta Provide link between kitchen and servis area 2005
6. Oasis amir Cold and hot kitchen 2004
7. Jalan – jalan cafe Servis and bartender 2005
8. Sandika widya sinema Camera person fotografi 2009










PENGALAMAN KERJA

Sep 2004 – Nov. 2004 Hotel Oasis amir
Des 2004 – Feb 2005 Jalan – jalan CafĂ©
Mei 2009- jun 2009 Sandika widya sinema
Okt. 2006 – jan 2010 Cook kedaiqu



PENGALAMAN ORGANISASI
JABATAN ORGANISASI TAHUN
1. fotografer Siap ( Studi Islam Ahad pagi ) 2007 - sekarang

2. Camera video Siap ( Studi Islam Ahad pagi )
Kegiatan-kegiatan keagamaan 2007- sekarang

3. Anggota Fotografer.Net (FN) Club 2008 – sekarang
B2W Indonesia
Captudor bike
Hiqari fotograpy
Jejak ( Jelajah alam kukusan )

ujian komunikasi

UJIAN TENGAH SEMESTER
ETIKA KOMUNIKASI
Dosen : VERA UTAMI GP, S.pd, M.Ds



Nama : Fahrial Zulfikar
No Reg : 5515107664 ( Non regular )
Program Studi Tata Boga

ILMU KESEJAHTERAN KELUARGA
FAKULTAS TEHNIK
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2011


Soal UTS

1. Berikan contoh komunikasi yang efektif dan kegagalan komunikasi dari dunia politik dan hiburan , analisis dengan memperihatinkan :
A. Unsur-unsur komunikasi
B. Termasuk bidang komunikasi apa
C. Hukum komunikasi apa yang diterapkan atau tidak diterapkan
D. Dan termasuk tatanan komunikasi yang mana.

2. Setelah anda analisis contoh diatas dengan teori komunikasi , kemudian analisis berdasarkan teori :
A. Etika dan tatak karma
B. Termasuk Tipe Keperibadian yang mana
C. memiliki konsep diri yang seperti apa










Apa Komunikasi

Komunikasi merupakan terjemahan kata communication yang berarti perhubungan atau perkabaran. Communicate berarti memberitahukan atau berhubungan. Secara etimologis, komunikasi berasal dari bahasa latin communicatio dengan kata dasar communis yang berarti sama. Secara terminologis, komunikasi diartikan sebagai pemberitahuan sesuatu (pesan) dari satu pihak ke pihak lain dengan menggunakan suatu media. Sebagai makhluk sosial, manusia sering berkomunikasi satu sama lain. Namun, komunikasi bukan hanya dilakukan oleh manusia saja, tetapi juga dilakukan oleh makhluk-makhluk yang lainnya. Semut dan lebah dikenal mampu berkomunikasi dengan baik. Bahkan tumbuh-tumbuhanpun sepertinya mampu berkomunikasi.











BERKOMUNIKASI SECARA EFEKTIF
bahwa komunikasi efektif tejadi apabila suatu pesan yang diberitahukan komunikator dapat diterima dengan baik atau sama oleh komunikan, sehingga tidak terjadi salah persepsi.

A1.1. Dunia Politik
Perkataan bapak SBY mengenai Daerah Istimewa Yogyakarta ,



Unsur-unsur Komunikasi dalam perkataan SBY
1. Komunikator.
Bapak SBY sebagai Pengirim (sender) yang mengirim pesan kepada komunikan dengan menggunakan media tertentu. Unsur yang sangat berpengaruh dalam komunikasi, karena merupakan awal (sumber) terjadinya suatu komunikasi.

2. Komunikan.
Penerima (receiver) yang menerima pesan dari komunikator, kemudian memahami, menerjemahkan dan akhirnya memberi respon.



3. Media.
Saluran (channel) yang digunakan untuk menyampaikan pesan sebagai sarana berkomunikasi. Berupa bahasa verbal maupun non verbal, wujudnya berupa ucapan, tulisan, gambar, bahasa tubuh,

4. Pesan.
Isi komunikasi berupa pesan (message) yang disampaikan oleh Komunikator ( Bapak SBY ) kepada Komunikan. Kejelasan pengiriman dan penerimaan pesan sangat berpengaruh terhadap kesinambungan komunikasi ataupun kelancaran dalam menangkap komunikasi.

5. Tanggapan.
Merupakan dampak (effect) komunikasi sebagai respon atas penerimaan pesan. Diimplentasikan dalam bentuk umpan balik (feed back) atau tindakan sesuai dengan pesan yang diterima.

Kegagalan komunikasi apabila
Respon ini bisa menjadi salah persepsi ketika tanggapan orang berbeda-beda sesuai tingkatan kemampuanya. Karena melalui media elektronik bisa saja seseorang atau komunikan mendengarkan melihat dengan setengh-setengah, maupun menerima pesannya hanya setengah
1.2 Bidang komunikasi
Komunikasi Massa

Yang dimaksud adalah komunikasi melalui media massa modern yang meliputi surat kabar yang mempunyai sirkulasi yang luas, siaran radio dan televisi yang ditujukan kepada umum
Komunikasi massa menyiarkan informasi gagasan dan sikap kepada komunikan yang beragam dalam jumlah yang banyak menggunakan media. Ada dua tugas komunikator dalam komunikasi massa : mengetahui apa yang ingin dikomunikasikan dan bagaimana harus menyampaikan pesannya dalam rangka melancarkan perasaan kepada benak komunikan.
karakteristik komunikasi massa, yakni seperti diuraikan dibawah ini:
Media massa menimbulkan keserempakan
Yang dimaksud keserempakan yaitu keserempakan kontak dengan jumlah besar penduduk dalam jarak yang jauh dari komunikator,yaitu satu sama lain tempatnya terpisah jauh.
1.3 Tanggapan.

Merupakan dampak (effect) komunikasi sebagai respon atas penerimaan pesan. Diimplentasikan dalam bentuk umpan balik (feed back) atau tindakan sesuai dengan pesan yang diterima.

1.4 Tatanan komunikasi
( Komunikasi Antarpersonal )
Komunikasi Antarpersonal adalah komunikasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan tertentu(pesan yang disampaikan dapat diterima atau ditangkap dengan baik oleh penerima pesan sehingga pembicaraan itu hidup,ada timbal baliknya tidak dimengerti oleh pemberi pesan saja). Komunikasi antarpribadi ini berlangsung secara dialog(face to face) karena ada interaksi atau ini pembicaraan dengan orang lain bukan dengan diri kita sendiri.







B.1.1. Dunia politik
Berbuat hal buruk di gedung DPR




B.1.1. UNSUR UNSUR KOMUNIKASI

1. Komunikator.
Pengirim (sender) yang mengirim pesan kepada komunikan dengan menggunakan media tertentu. Unsur yang sangat berpengaruh dalam komunikasi, karena merupakan awal (sumber) terjadinya suatu komunikasi

2. Komunikan.
Penerima (receiver) yang menerima pesan dari komunikator, kemudian memahami, menerjemahkan dan akhirnya memberi respon.

3. Media.
Saluran (channel) yang digunakan untuk menyampaikan pesan sebagai sarana berkomunikasi. Berupa bahasa verbal maupun non verbal, wujudnya berupa ucapan, tulisan, gambar, bahasa tubuh dan lain sebagainya.


B.1.2 Bidang Komunikasi
Teori-teori fungsional dan struktural. Ciri dan pokok pikiran dari teori ini adalah: Individu dipengaruhi oleh struktur sosial atau sistem sosial dan individu bagian dari struktur. Sehingga cara pandangnya dipengaruhi struktur yang berada di luar dirinya. Pendekatan ini menekankan tentang sistem sebagai struktur yang berfungsi. Karakteristik dari pendekatan Cenderung memusatkan perhatiannya pada akibat-akibat yang tidak diinginkanâ (unintended consequences) daripada hasil yang sesuai tujuan.


B.1.3 hukum yng diterapkan
Empathy
(kemampuan mendengar) Empati adalah kemampuan kita untuk menempatkan diri kita pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Salah satu prasyarat utama dalam memiliki sikap empati adalah kemampuan kita untuk mendengarkan atau mengerti terlebih dulu sebelum didengarkan atau dimengerti oleh orang lain
Audible
(dapat didengarkan/di mengerti dengan baik) audible berarti pesan yang kita sampaikan dapat diterima oleh penerima pesan. Hukum ini mengatakan bahwa pesan harus disampaikan melalui media atau delivery channel sedemikian hingga dapat diterima dengan baik oleh penerima pesan
Clarity
(jelas) kejelasan dari pesan itu sendiri sehingga tidak menimbulkan multi interpretasi atau berbagai penafsiran yang berlainan


Hukum yang tidak di terapkan
Respect
(sikap menghargai) mengembangkan komunikasi yang efektif adalah sikap menghargai setiap individu yang menjadi sasaran pesan yang kita sampaikan.
Rasa hormat dan saling menghargai merupakan hukum yang pertama dalam kita berkomunikasi dengan orang lain
Humble
(rendah hati) Hukum kelima dalam membangun komunikasi yang efektif adalah sikap rendah hati. Sikap ini merupakan unsur yang terkait dengan hukum pertama untuk membangun rasa menghargai orang lain, biasanya didasari oleh sikap rendah hati yang kita miliki



B.1.4. Tatanan

Komunikasi Intrapersonal
Komunikasi Intrapersonal adalah komunikasi yang terjadi dalam diri kita sendiri. Artinya seseorang berbicara kepada dirinya sendiri(menghayal atau melamun lebih tepatnya). Jadi,seseorang sebelum melakukan pembicaraan atau komunikasi kepada orang lain pasti kita akan berkomunikasi dengan diri kita dahulu.

Menurut Ronald L. Applbaum, et.al dalam bukunya "FundamentalConcept in Human Communication"(1973,13) buku Prof Onong Uchjana Effendy, M.A."Ilmu,Teori dan Filsafat Komunikasi" mendefinisikan komunikasi intrapersonal adalah "komunikasi yang berlangsung didalan diri kita meliput kegiatan berbicara kepada diri kita sendiri dan kegiatan-kegiatan mengamati dan memberikan makna (intelektual dan emosional) kepada lingkungan kita."

A.1.2 Dunia hiburan
Kecelakan antar pembalap 1 team F1








Komunikasi yang efektif Komunikasi yang mampu menghasilkan perubahan sikap (attitude change) pada orang yg terlibat dalam komunikasi.
Tujuan : memberi kemudahan dalam memahami pesan yang disampaikan antara pemberi dan penerima sehingga bahasa lebih jelas, lengkap, pengiriman dan umpan balik seimbang dan melatih penggunaan bahasa nonverbal secara baik

Kegagalan komunikasi ketika sang pembalap tidak mendapatkan feedback yang jelas yang membuat kesalahpahaman antar pembalap

Unsur-unsur Komunikasi dalam balapan F1

1. Komunikator.
Pembalap sebagai Pengirim (sender) yang mengirim pesan kepada komunikan dengan menggunakan media tertentu. Unsur yang sangat berpengaruh dalam komunikasi, karena merupakan awal (sumber) terjadinya suatu komunikasi.


2. Komunikan.
Penerima (receiver) yang menerima pesan dari komunikator, kemudian memahami, menerjemahkan dan akhirnya memberi respon.

3. Media.
Saluran (channel) yang digunakan untuk menyampaikan pesan sebagai sarana berkomunikasi. Berupa bahasa verbal, wujudnya berupa ucapan

4. Pesan.
Isi komunikasi berupa pesan (message) yang disampaikan oleh Komunikator ( Pembalap ) kepada Komunikan. Kejelasan pengiriman dan penerimaan pesan sangat berpengaruh terhadap kesinambungan komunikasi ataupun kelancaran dalam menangkap komunikasi.

5. Tanggapan.
Merupakan dampak (effect) komunikasi sebagai respon atas penerimaan pesan. Diimplentasikan dalam bentuk umpan balik (feed back) atau tindakan sesuai dengan pesan yang diterima.

B.1.4 Komunikasi Antarpersonal

Komunikasi Antarpersonal adalah komunikasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan tertentu(pesan yang disampaikan dapat diterima atau ditangkap dengan baik oleh penerima pesan sehingga pembicaraan itu hidup









B.1.2 Dunia Hiburan
Perkelahian antara jupe dan dewi persik




UNSUR UNSUR KOMUNIKASI

Untuk dapat berkomunikasi secara efektif kita perlu memahami unsur-unsur komunikasi, antara lain:
1. Komunikator.
Pengirim (sender) yang mengirim pesan kepada komunikan dengan menggunakan media tertentu. Unsur yang sangat berpengaruh dalam komunikasi, karena merupakan awal (sumber) terjadinya suatu komunikasi

2. Komunikan.
Penerima (receiver) yang menerima pesan dari komunikator, kemudian memahami, menerjemahkan dan akhirnya ember respon.

3. Media.
Saluran (channel) yang digunakan untuk menyampaikan pesan sebagai sarana berkomunikasi. Berupa bahasa verbal maupun non verbal, wujudnya berupa ucapan, tulisan, gambar, bahasa tubuh, bahasa mesin, sandi dan lain sebagainya.

4. Pesan.
Isi komunikasi berupa pesan (message) yang disampaikan oleh Komunikator kepada Komunikan. Kejelasan pengiriman dan penerimaan pesan sangat berpengaruh terhadap kesinambungan komunikasi.

5. Tanggapan.
Merupakan dampak (effect) komunikasi sebagai respon atas penerimaan pesan. Diimplentasikan dalam bentuk umpan balik (feed back) atau tindakan sesuai dengan pesan yang diterima.


B.1.2.Teori-teori behavioral dan kognitif.

Teori ini berkembang dari ilmu psikologi yang memusatkan pengamatannya pada diri manusia secara individual. Beberapa pokok pikirannya :

a.Model stimulus-respon (S-R) yang menggambarkan
proses informasi antara stimulus dan respon.

b.Mengutamakan analisa variabel. Analisis ini pada dasarnya merupakan upaya mengidentifikasi variabel- variabel kognitif yang dianggap penting serta mencari hubungan antar variabel.

c. Menurut pandangan ini komunikasi dipandang sebagai manifestasi dari proses berfikir, tingkah laku dan sikap seseorang. Oleh karenanya variabel-variabel penentu memegang peranan penting terhadap kognisi seseorang (termasuk bahasa) biasanya berada di luar kontrol individu.


B.1.3 Hukum yang tidak di terapkan

Empathy
(kemampuan mendengar) Empati adalah kemampuan kita untuk menempatkan diri kita pada situasi atau kondisi yang dihadapi oleh orang lain. Salah satu prasyarat utama dalam memiliki sikap empati adalah kemampuan kita untuk mendengarkan atau mengerti terlebih dulu sebelum didengarkan atau dimengerti oleh orang lain
Audible
(dapat didengarkan/di mengerti dengan baik) audible berarti pesan yang kita sampaikan dapat diterima oleh penerima pesan. Hukum ini mengatakan bahwa pesan harus disampaikan melalui media atau delivery channel sedemikian hingga dapat diterima dengan baik oleh penerima pesan
Clarity
(jelas) kejelasan dari pesan itu sendiri sehingga tidak menimbulkan multi interpretasi atau berbagai penafsiran yang berlainan

Respect
(sikap menghargai) mengembangkan komunikasi yang efektif adalah sikap menghargai setiap individu yang menjadi sasaran pesan yang kita sampaikan.
Rasa hormat dan saling menghargai merupakan hukum yang pertama dalam kita berkomunikasi dengan orang lain
Humble
(rendah hati) Hukum kelima dalam membangun komunikasi yang efektif adalah sikap rendah hati. Sikap ini merupakan unsur yang terkait dengan hukum pertama untuk membangun rasa menghargai orang lain, biasanya didasari oleh sikap rendah hati yang kita miliki

B.1.4 Komunikasi Antarpersonal

Komunikasi Antarpersonal adalah komunikasi yang dilakukan oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan tertentu(pesan yang disampaikan dapat diterima atau ditangkap dengan baik oleh penerima pesan sehingga pembicaraan itu hidup, ada timbal baliknya yang tidak dimengerti oleh pemberi pesan saja). Komunikasi antarpribadi ini berlangsung secara dialog(face to face) karena ada interaksi atau ini pembicaraan dengan orang lain bukan dengan diri kita sendiri.











2.1 Dunia Politik

Etika dan tata krama
Pada bagian pertama pak sby sudah menunjukan norma kebisan yang sopan , santun dan di sepakati oleh lingkungan
Dan yang kedua sikap itu berdeda sekali, menghilangkan norma-norma yang ada, menujukan betapa buruknya Etika kesusilaan yang di tunjukan di dunia politik
1. Konsep-diri NEGATIF
Konsep-diri NEGATIF
memiliki pemikiran Negativ

2.2 Dunia Hiburan

Etika yang ditunjukan pada dunia hiburan ada sisi positif dan negative yang ditimbulkan
Konsep diri pada dunia hiburan
Penilaian terhadap diri anda
Adalah pengukuran anda tentang keadaan anda dibandingkan dengan apa yang menurut anda dapat dan seharusnya terjadi pada diri anda. Hasil pengukuran tersebut adalah rasa harga diri.

Selasa, 29 Maret 2011

Search for: Filosofi Mendaki Gunung, menyukai Gunung tapi kita bukan gunung itu sendiri

Jika kau ingin tahu lebih jelas mengenai sifat asli orang-orang dekatmu, ajaklah ia mendaki gunung. Di atas sana, kau akan menemukan bahwa kau tidak bisa menyembunyikan karakter aslimu. Kau akan menjadi dirimu sendiri, sepenuhnya.

Jika egois, maka di atas sana kau akan egois. Jika penakut, maka di atas sana kau pun akan banyak diam. Jika kau pengeluh, maka kau tidak akan berhenti mengeluh sepanjang perjalanan. Dari situlah kita akan semakin tahu kekurangan dan kelebihan diri masing-masing, dan kemudian kita bisa saling introspeksi diri.

Ya benar, mendaki gunung tak jauh berbeda dengan kehidupan. Sometimes kita melewati tanjakan yang terjal, hingga kita hampir2 menyerah, terkadang juga kita menyusuri jalanan di tepi jurang, harus hati2 melangkah karena jika tidak berhati2 bisa terpeleset. ketika terpeleset mampukah kita melanjutkan perjalanan, atau memilih mundur dan turun untuk selanjutnya pulang.

Terkadang melewati turunan yang curam, terkadang hanya padang ilalang datar ratusan meter. terkdang harus berhenti untuk melepas lelah setelah perjalanan panjang.

Seperti halnya hidup, ketika menempuh perjalanan kita banyak mengeluh karena capek atau menikmati saja pemandangan sekitar. itu adalah pilihan. dengan jalur yang sama, beban yang sama, sikap pendaki satu dengan yang lain tentu akan berbeda.beratnya beban di punggung adalah bekal kita. tidak murah memang segala bekal kita namun sangat sepadan dengan apa yang akan kita nikmati selama mendaki gunung.

Sesekali kita membutuhkan orang lain untuk berpegangan ketika melewati titian. terkadang kita harus mempercayakan nyawa kita kepada teman kita ketika kita perlu memanjat bagian gunung berupa tebing yang curam. sesekali kita membutuhkan teman kita untuk memasang tenda. sesekali kita membantu merawat teman yang sakit atau cidera dalam pendakian. kadang kita mebawa bekal yang “wah”, chicken nugget, baso, sayuran impor, sosis, jeruk mandarin, minuman bersoda dan berwarna, dsb, keril dengan bendera inggris sebagai logo, sleeping bag isi bulu angsa, sepatu trek dengan harga enam digit, dsb. terkadang pula kita hanya
membawa daypack isi raincoat sobek, roti yang sedikit basi, snack ringan dengan beralas kaki sandal jepit empat ribuan rupiah, serta tenda yang berlubang bahkan tanpa tenda.

SETIAP PENDAKI TIDAK SAMA

Di gunung kita hanyalah penumpang, numpang lewat, numpang nge-camp, numpang buang air. sering terjadi hal2 di luar akal sehat dan logika ketika kita tidak mengindahkan “tata krama” di gunung. disadari atau tidak, percaya atau tidak, hukum sebab akibat, karma dan samsara, berlaku sebagaimana kehidupan sehari2. bagaimana kita mempatkan diri di gunung, terhadap penduduk setempat, terhadap pepohonan, sungai, satwa, dan sebagainya merupakan gambaran bagaimana kita hidup sehari2. bagaimana perilaku seseorang di gunung adalah perilaku sesungguhnya dia di kehidupan sehari2nya.

Satu pendaki dengan pendaki lain berbeda pandangan mengenai pendakian yang berhasil. si A berpadnagan pendakian yang berhasil adalah jika dia telah sampai di puncak walau mungkin teman2 se-timnya tidak berhasil. si B berpandangan pendakian yang berhasil adalah jika seluruh anggota tim berhasil ke puncak bagaimanapun caranya. ada yang lebih senang mendaki sendirian, karena berbagai alasan, tidak mau merepotkan orang lain, lebih bebas sendirian, tidak mau direpotkan orang lain, sok berani, dsb. ada yang lebih suka dalam kelompok kecil karena bisa saling membantu, saling ketergantungan, mudah diatur2, dsb.

Ada yang mendaki dengan menikmati keseluruhan perjalanan dari belanja hingga puncak, hingga turun lagi, ada yang berprinsip bersakit2 dahulu (perjalanan berat, bawaan banyak, bekal lebih dari cukup) bersenang-senang kemudian (baru di puncak bisa menikmati naik gunung, keberhasilan katanya, bongkar bekal, dan pesta), ada yang dari awal sampai turun lagi cuma ngeluh karena mendaki gunung karena terpaksa ada yang cuma iseng dan ikut2an , asik ajah….bla..bla..

Filosofi Mendaki Gunung Bagaimana kita mendaki gunung, seperti itulah kita menjalani hidup kita.

Dan di atas sana, di tengah-tengah angin yang menderu-deru, di antara jurang yang berujung kelam, omong kosong kalau kau tidak bicara tentang Tuhan. Kau akan menyadari seberapa kecil dan lemahnya dirimu di tengah hamparan alam semesta.

Hiking atau mendaki gunung mempunyai manfaat diantaranya:

1. Hiking membangun sistem kekebalan tubuh yang akan membantu membuat Anda lebih tahan terhadap penyakit.
2. Mengurangi stres “.. drop peduli Anda pergi seperti daun musim gugur ..” [John Muir]
3. Menyembuhkan banyak bentuk Arthritis melalui latihan
4. Mempromosikan tidur dan nafsu makan baik
5. Menjaga berat badan turun [baik untuk sistem cardio-vascular]
6. Membantu menjaga Diabetes terkendali
7. Mengurangi Frekuensi urin melalui dehidrasi parsial
8. Membantu mencegah Stroke dan Serangan Jantung jika dilakukan secara teratur
9. Hiking mempromosikan persahabatan dan membangun hubungan yang langgeng bila dilakukan dengan kelompok-kelompok
10 Hiking adalah baik untuk hampir apa pun kecuali keseleo atau patah kaki, atau tersesat… hehe

Dan seoreang Lord Robert Baden Powell (Bapak Pandu Dunia) mengatakan : “Suatu negara tak akan kehabisan pemimpin jika di dalamnya masih terdapat anak muda yang penuh keberanian mendaki gunung tinggi dan menjelajah lautan”. Wallahu allam.

..

 Filosofi Mendaki Gunung, menyukai Gunung tapi kita bukan gunung itu sendiri

UNTUK SAHABATKU:

Saya kebiasaan naik gunung semoga tidak mengakibatkan saya menjadi gunung itu sendiri: gunung yang angkuh dengan ketinggiannya, yang takabur dengan puncaknya, yang angkuh dengan rimbanya, yang sinis seperti dengan cuacanya, yang pendendam seperti dengan penghuni rimbanya (macan), yang egois dengan jurangnya, yang labil seperti tanahnya….dll.

Karena sejatinya di setiap diri kita ada gunung takabur dan kesombongan yang setiap saat harus selalu di hancurkan …

Saya tak lebih hanyalah penikmat ciptaanNYA.

catatan akhir:
kepada gunung dan hutan rimba aku belajar,
mengenal aku dan ke-aku-an,
belajar melangkah,
menyingkronkan mata dengan hati,

Sang Pencipta, jangan Engkau ambil dulu kemampuanku untuk menikmati
dan mensyukuri segala karuniaMu..
Percayakan kepadaku untuk kujaga karunia hingga esok…amien

Filosofi Mendaki Gunung, menyukai Gunung tapi kita bukan gunung itu sendiri


source: yahoogroups.com

http://thongkosong.blogspot.com/2011/02/filosofi-mendaki-gunung.html

Search for: Filosofi Mendaki Gunung, menyukai Gunung tapi kita bukan gunung itu sendiri

Jika kau ingin tahu lebih jelas mengenai sifat asli orang-orang dekatmu, ajaklah ia mendaki gunung. Di atas sana, kau akan menemukan bahwa kau tidak bisa menyembunyikan karakter aslimu. Kau akan menjadi dirimu sendiri, sepenuhnya.

Jika egois, maka di atas sana kau akan egois. Jika penakut, maka di atas sana kau pun akan banyak diam. Jika kau pengeluh, maka kau tidak akan berhenti mengeluh sepanjang perjalanan. Dari situlah kita akan semakin tahu kekurangan dan kelebihan diri masing-masing, dan kemudian kita bisa saling introspeksi diri.

Ya benar, mendaki gunung tak jauh berbeda dengan kehidupan. Sometimes kita melewati tanjakan yang terjal, hingga kita hampir2 menyerah, terkadang juga kita menyusuri jalanan di tepi jurang, harus hati2 melangkah karena jika tidak berhati2 bisa terpeleset. ketika terpeleset mampukah kita melanjutkan perjalanan, atau memilih mundur dan turun untuk selanjutnya pulang.

Terkadang melewati turunan yang curam, terkadang hanya padang ilalang datar ratusan meter. terkdang harus berhenti untuk melepas lelah setelah perjalanan panjang.

Seperti halnya hidup, ketika menempuh perjalanan kita banyak mengeluh karena capek atau menikmati saja pemandangan sekitar. itu adalah pilihan. dengan jalur yang sama, beban yang sama, sikap pendaki satu dengan yang lain tentu akan berbeda.beratnya beban di punggung adalah bekal kita. tidak murah memang segala bekal kita namun sangat sepadan dengan apa yang akan kita nikmati selama mendaki gunung.

Sesekali kita membutuhkan orang lain untuk berpegangan ketika melewati titian. terkadang kita harus mempercayakan nyawa kita kepada teman kita ketika kita perlu memanjat bagian gunung berupa tebing yang curam. sesekali kita membutuhkan teman kita untuk memasang tenda. sesekali kita membantu merawat teman yang sakit atau cidera dalam pendakian. kadang kita mebawa bekal yang “wah”, chicken nugget, baso, sayuran impor, sosis, jeruk mandarin, minuman bersoda dan berwarna, dsb, keril dengan bendera inggris sebagai logo, sleeping bag isi bulu angsa, sepatu trek dengan harga enam digit, dsb. terkadang pula kita hanya
membawa daypack isi raincoat sobek, roti yang sedikit basi, snack ringan dengan beralas kaki sandal jepit empat ribuan rupiah, serta tenda yang berlubang bahkan tanpa tenda.

SETIAP PENDAKI TIDAK SAMA

Di gunung kita hanyalah penumpang, numpang lewat, numpang nge-camp, numpang buang air. sering terjadi hal2 di luar akal sehat dan logika ketika kita tidak mengindahkan “tata krama” di gunung. disadari atau tidak, percaya atau tidak, hukum sebab akibat, karma dan samsara, berlaku sebagaimana kehidupan sehari2. bagaimana kita mempatkan diri di gunung, terhadap penduduk setempat, terhadap pepohonan, sungai, satwa, dan sebagainya merupakan gambaran bagaimana kita hidup sehari2. bagaimana perilaku seseorang di gunung adalah perilaku sesungguhnya dia di kehidupan sehari2nya.

Satu pendaki dengan pendaki lain berbeda pandangan mengenai pendakian yang berhasil. si A berpadnagan pendakian yang berhasil adalah jika dia telah sampai di puncak walau mungkin teman2 se-timnya tidak berhasil. si B berpandangan pendakian yang berhasil adalah jika seluruh anggota tim berhasil ke puncak bagaimanapun caranya. ada yang lebih senang mendaki sendirian, karena berbagai alasan, tidak mau merepotkan orang lain, lebih bebas sendirian, tidak mau direpotkan orang lain, sok berani, dsb. ada yang lebih suka dalam kelompok kecil karena bisa saling membantu, saling ketergantungan, mudah diatur2, dsb.

Ada yang mendaki dengan menikmati keseluruhan perjalanan dari belanja hingga puncak, hingga turun lagi, ada yang berprinsip bersakit2 dahulu (perjalanan berat, bawaan banyak, bekal lebih dari cukup) bersenang-senang kemudian (baru di puncak bisa menikmati naik gunung, keberhasilan katanya, bongkar bekal, dan pesta), ada yang dari awal sampai turun lagi cuma ngeluh karena mendaki gunung karena terpaksa ada yang cuma iseng dan ikut2an , asik ajah….bla..bla..

Filosofi Mendaki Gunung Bagaimana kita mendaki gunung, seperti itulah kita menjalani hidup kita.

Dan di atas sana, di tengah-tengah angin yang menderu-deru, di antara jurang yang berujung kelam, omong kosong kalau kau tidak bicara tentang Tuhan. Kau akan menyadari seberapa kecil dan lemahnya dirimu di tengah hamparan alam semesta.

Hiking atau mendaki gunung mempunyai manfaat diantaranya:

1. Hiking membangun sistem kekebalan tubuh yang akan membantu membuat Anda lebih tahan terhadap penyakit.
2. Mengurangi stres “.. drop peduli Anda pergi seperti daun musim gugur ..” [John Muir]
3. Menyembuhkan banyak bentuk Arthritis melalui latihan
4. Mempromosikan tidur dan nafsu makan baik
5. Menjaga berat badan turun [baik untuk sistem cardio-vascular]
6. Membantu menjaga Diabetes terkendali
7. Mengurangi Frekuensi urin melalui dehidrasi parsial
8. Membantu mencegah Stroke dan Serangan Jantung jika dilakukan secara teratur
9. Hiking mempromosikan persahabatan dan membangun hubungan yang langgeng bila dilakukan dengan kelompok-kelompok
10 Hiking adalah baik untuk hampir apa pun kecuali keseleo atau patah kaki, atau tersesat… hehe

Dan seoreang Lord Robert Baden Powell (Bapak Pandu Dunia) mengatakan : “Suatu negara tak akan kehabisan pemimpin jika di dalamnya masih terdapat anak muda yang penuh keberanian mendaki gunung tinggi dan menjelajah lautan”. Wallahu allam.

..

 Filosofi Mendaki Gunung, menyukai Gunung tapi kita bukan gunung itu sendiri

UNTUK SAHABATKU:

Saya kebiasaan naik gunung semoga tidak mengakibatkan saya menjadi gunung itu sendiri: gunung yang angkuh dengan ketinggiannya, yang takabur dengan puncaknya, yang angkuh dengan rimbanya, yang sinis seperti dengan cuacanya, yang pendendam seperti dengan penghuni rimbanya (macan), yang egois dengan jurangnya, yang labil seperti tanahnya….dll.

Karena sejatinya di setiap diri kita ada gunung takabur dan kesombongan yang setiap saat harus selalu di hancurkan …

Saya tak lebih hanyalah penikmat ciptaanNYA.

catatan akhir:
kepada gunung dan hutan rimba aku belajar,
mengenal aku dan ke-aku-an,
belajar melangkah,
menyingkronkan mata dengan hati,

Sang Pencipta, jangan Engkau ambil dulu kemampuanku untuk menikmati
dan mensyukuri segala karuniaMu..
Percayakan kepadaku untuk kujaga karunia hingga esok…amien

Filosofi Mendaki Gunung, menyukai Gunung tapi kita bukan gunung itu sendiri


source: yahoogroups.com

http://thongkosong.blogspot.com/2011/02/filosofi-mendaki-gunung.html

Rabu, 28 Juli 2010

21 Tips for Amateur Wedding Photographers

Berikut sedikit ulasan atau technical tips bagi yang ingin mencoba wedding photography

1. Create a ‘Shot List’
Menyusun daftar pengambilan gambar yang diinginkan oleh mempelai. Hal ini sangat membantu terutama ketika mengambil foto bersama keluarga.

2. Wedding Photography Family Photo Coordinator
Perlu adanya daftar keluarga atau adanya coordinator dari pihak keluarga sehingga memudagkan dalam mengumpulkan pihak keluarga dalam photo session.

3. Scout The Location
Ada baiknya mendatangi lokasi terlebih dulu. Mencoba-coba take photo dari beberapa sudut dapat membantu untuk lebih menguasai lokasi.

4. In Wedding Photography Preparation is Key
Persiapan adalah yang utama. Bahkan perlu juga disiapkan back-up plan. Selain itu, baterry cadangan, memory cadangan perlu juga disiapkan.

5. Set Expectation with The Couple
Diskusikan dengan mempelai pencapaian apa yang diinginkan, seberapa banyaka foto yang diinginkan, hal seperti apa yang ingin diabadikan, bagaimana foto-foto tersebut ingin dicetak.

6. Turn off the sound on your Camera
Situasi yang sakral jangan sampai terganggu dengan suara-suara yang dihasilkan dari kamera.

7. Shoot the small details
Object-object yang simple seperti cincin, bunga, dress, table setting memberikan dapat menjadi penutup album yang berkesan.

8. Use Two Camera
Apabila memungkinkan, persiapkan dua kamera dengan dua lensa yang berbeda, lensa wide dan lensa tele.

9. Consider a second Wedding Photographer
Assisten juga perlu dipertimbangkan agar tidak ada moment yang terlewatkan.

10. Be Bold but Not Obtrusive
Berusaha terlihat tapi jangan sampai mengganggu jalannya acara.

11. Learn how to Use Diffused Light

12. Shoot in RAW

13. Display Your Shots at the Reception
Salah satu ide menampilkan hasil foto di layar dalam slideshow pada waktu acara resepsi.

14. Consider Your Backgrounds

15. Don’t Discard Your ‘Mistakes’
Jangan menghapus foto-foto yang menurut Anda salah atau kurang bagus karena foto-foto tersebut dapat dimanipulasi untuk menghasilkan gambar yang lebih artistic.

16. Change Your Perspective
Ubah-ubah angle pengambilan gambar sehingga memberikan gambar yang lebih variatif.

17. Wedding Group Shots
Mengambil gambar dari atas atau dari posisi yang lebih tinggi untuk menangkap object dari sekumpulan orang. Misalnya dari balkon, tangga.

18. Fill Flash

19. Continuous Shooting Mode
Selalu mengatur kamera pada mode continues shooting.

20. Expect the Unexpected
‘Things will go wrong..but they can be the best parts of the day’

21. Have Fun
Weddings are about celebrating, they should be fun. SO HAVE FUN

SUMBER : Wedding Photography – 21 Tips for Amateur Wedding Photographers
by Darren Rowse

Link : http://digital-photography-school.com/wedding-photography-21-tips-for-for-amateur-wedding-photographers

http://www.facebook.com/notes/oktagoncoid/21-tips-for-amateur-wedding-photographers/136550569707752